Notification

×

Iklan

Iklan


Mengapa Bursa Karbon Kurang Aktif Dibandingkan Perdagangan Saham?

Kamis, 30 November 2023 | November 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-11-30T01:52:24Z

 


EKSEMPLAR.COM - Bursa karbon merupakan mekanisme pasar yang memungkinkan entitas untuk membeli dan menjual kredit karbon, yang mewakili hak untuk mengeluarkan emisi gas rumah kaca. 


Perdagangan karbon telah menjadi alat penting dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim.


Namun, meskipun perdagangan karbon telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetap saja kurang aktif dibandingkan perdagangan saham. 


TikTok Shop Bakal Kembali ke Indonesia, Merger dengan GoTo?


Ada beberapa alasan untuk hal ini.


 

Pasokan dan permintaan yang berbeda. Pasar saham didorong oleh ekspektasi keuntungan, sedangkan pasar karbon didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi emisi. 


Ini berarti bahwa permintaan kredit karbon lebih fluktuatif daripada permintaan saham.


Peraturan yang kompleks. Pasar karbon diatur oleh berbagai badan nasional dan internasional, yang dapat membuat sulit bagi perusahaan untuk memahami dan mematuhi aturan.


Mustika Ratu (MRAT) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp83,46 Juta di Kuartal III/2023, Kinerja Makin Tokcer ?


Kurangnya likuiditas. Pasar karbon masih relatif muda, dan ada lebih sedikit peserta daripada pasar saham. 


Ini berarti bahwa kredit karbon dapat lebih sulit untuk diperdagangkan.


Meskipun ada tantangan ini, perdagangan karbon masih merupakan alat penting dalam upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. 


Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan pasar karbon, dan pasar tersebut diharapkan memainkan peran yang semakin penting dalam perekonomian Indonesia di masa depan.


Berikut adalah beberapa faktor yang dapat membantu meningkatkan aktivitas perdagangan karbon di Indonesia:


Peningkatan kesadaran. Pemerintah dan bisnis perlu meningkatkan kesadaran tentang manfaat perdagangan karbon.


Pengembangan infrastruktur. Pemerintah perlu mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung perdagangan karbon, seperti bursa karbon dan registri kredit karbon.


Peningkatan likuiditas. Pemerintah dapat meningkatkan likuiditas pasar karbon dengan membeli dan menjual kredit karbon sendiri.


Harmonisasi peraturan. Pemerintah perlu bekerja sama dengan negara lain untuk menyelaraskan peraturan perdagangan karbon, sehingga lebih mudah bagi perusahaan untuk berdagang di seluruh dunia.


Dengan mengambil langkah-langkah ini, pemerintah Indonesia dapat membantu meningkatkan aktivitas perdagangan karbon dan menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam pasar karbon global.


Perdagangan karbon merupakan alat penting dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim. 


Meskipun perdagangan karbon masih kurang aktif dibandingkan perdagangan saham, ada beberapa faktor yang dapat membantu meningkatkan aktivitas perdagangan karbon di Indonesia, seperti peningkatan kesadaran, pengembangan infrastruktur, peningkatan likuiditas, dan harmonisasi peraturan. 


Dengan mengambil langkah-langkah ini, pemerintah Indonesia dapat membantu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam pasar karbon global.***