Notification

×

Iklan

Iklan


Tragedi Asrama Polisi: Polwan Mojokerto Bakar Suami hingga Tewas

Selasa, 11 Juni 2024 | Juni 11, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-10T17:04:59Z

 

Tragedi Asrama Polisi Polwan Mojokerto Bakar Suami hingga Tewas
Ilustrasi. (Foto: Njari by Canva)

EKSEMPLAR.COM - Mojokerto, Jawa Timur - Sebuah peristiwa tragis menggemparkan asrama polisi di Kota Mojokerto. 


Seorang anggota polisi, Briptu Rian Dwi Wicaksono, tewas terbakar hidup-hidup setelah diduga disiram bensin oleh istrinya yang juga seorang anggota kepolisian, Briptu Fafdhilatun Nikmah.


 Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/6), yang menyebabkan luka bakar 90% pada tubuh Briptu Rian.


Kronologi Kejadian


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari percekcokan antara suami istri tersebut mengenai gaji ke-13. 


Briptu Rian baru saja pulang dari kantor saat percekcokan tersebut memanas. 


Dalam kondisi emosi yang memuncak, Briptu Fafdhilatun kemudian menyiramkan bensin yang telah disiapkannya ke tubuh suaminya. 


Tak jauh dari lokasi, terdapat sumber api yang akhirnya memercik dan membakar tubuh Briptu Rian.


Upaya Penyelamatan dan Penyesalan


Setelah insiden tersebut, Briptu Fafdhilatun menunjukkan rasa penyesalannya dengan segera melarikan suaminya ke RSUD Kota Mojokerto, dibantu oleh beberapa tetangga. 


Di rumah sakit, Briptu Fafdhilatun sempat meminta maaf kepada suaminya yang tengah berjuang dengan luka bakar serius. 


Namun, upaya penyelamatan itu tidak berhasil. Briptu Rian Dwi Wicaksono dinyatakan meninggal dunia pada Minggu siang.


Proses Hukum dan Pendampingan Psikologis


Atas perbuatannya, Briptu Fafdhilatun Nikmah kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jatim. Ia menjalani pemeriksaan di Subdit 4 Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim. 


Kombes Dirmanto menyatakan bahwa Briptu Fafdhilatun juga mengalami trauma mendalam dan memerlukan pendampingan dari psikiater selama proses pemeriksaan berlangsung.


"Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan telah melibatkan psikiater untuk menangani kasus ini," kata Dirmanto kepada wartawan.


Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan penting tentang bahaya konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dengan baik. 


Pihak kepolisian berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dengan adil dan bijaksana, serta memberikan pelajaran berharga bagi anggota keluarga besar Polri dan masyarakat luas.

Peristiwa tragis ini mengingatkan kita semua akan pentingnya pengendalian emosi dan mencari bantuan profesional ketika menghadapi konflik rumah tangga yang berat. 


Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan pelaku mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan hukum yang berlaku.***