Notification

×

Iklan

Iklan


Mengungkap Motif Tragis di Balik Pembunuhan Ibu dan Anak di Kota Pasuruan, Iri Melihat Korban Sukses Bisnis Sembako

Senin, 01 Januari 2024 | Januari 01, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-01T15:28:20Z

 

Mengungkap Motif Tragis di Balik Pembunuhan Ibu dan Anak di Kota Pasuruan
Foto : Tribunnews Jawa Timur

EKSEMPLAR.COM - Pada hari Minggu, 31 Desember 2023, kejadian tragis mengguncang Kota Pasuruan. Seorang pria bernama MS telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Pasuruan karena pembunuhan ibu dan anak dalam satu keluarga di Jalan Imam Bonjol. Detil penyelidikan mengungkapkan motif yang mengerikan di balik aksi sadis tersebut.


Rosidah, seorang janda kaya yang baru saja kehilangan suaminya setahun yang lalu, menjadi korban bersama anak laki-lakinya, Ahmad Fauzi (13 tahun). 


MS, tetangga belakang rumah korban, ternyata memiliki motif yang sangat terkait dengan kesuksesan bisnis sembako milik Rosidah.


Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Rudi Hidajanto, menjelaskan bahwa MS merasa iri dengan kesuksesan bisnis Rosidah yang mampu meraih untung puluhan juta per bulan. 


Keberhasilan Rosidah ini membuat MS gelap hati dan mata, mendorongnya untuk merencanakan pembunuhan secara sadis.

MS dan istrinya memiliki bisnis sembako kecil-kecilan, dan mereka menginginkan kesuksesan yang sama seperti yang dimiliki Rosidah. 


Rencananya untuk menghabisi nyawa korban sudah disusun selama dua bulan sebelum aksi keji tersebut dilakukan.


Pelaku menyelinap ke rumah korban pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WIB. Dia menggunakan benda tumpul seperti pompa angin dan barang-barang lainnya untuk memukul korban.


 Dua orang berhasil dilumpuhkan, tetapi anak perempuan korban berhasil melawan pelaku, meskipun mengalami luka.

Anak perempuan tersebut berhasil meminta bantuan kekasihnya, dan bersama warga sekitar, mereka berhasil menyelamatkan korban dan menangkap pelaku. 


Aksi pelaku yang telah direncanakan selama dua bulan ini akan dijerat dengan tuduhan pembunuhan berencana.


Motif pelaku sangat tragis, karena dia berharap bahwa dengan kematian Rosidah dan keluarganya, bisnis sembakonya akan berkembang tanpa saingan.


 Pembunuhan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengekspos sisi gelap dari hasrat iri dan ketidakmampuan menghadapi kesuksesan orang lain.***