Notification

×

Iklan

Iklan


Sedang Asik Ngamar Bersama Lelaki Lain, Seorang Istri di Grebek Suaminya A di Mamuju

Sabtu, 16 Desember 2023 | Desember 16, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-12-16T15:56:46Z

 

Sedang Asik Ngamar Bersama Lelaki Lain, Seorang Istri di Grebek Suaminya A di Mamuju
Foto : 1001imagenights by canva

EKSEMPLAR.COM - Dalam sebuah peristiwa kontroversial di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, seorang pria berinisial A (23 tahun) menggerebek istrinya, S (20 tahun), yang sedang ngamar bersama seorang pria lain berinisial M di salah satu indekos di Kecamatan Mamuju. 


Kejadian ini terjadi pada Kamis (14/12) sekitar pukul 23.30 Wita, mengejutkan warga setempat dan menjadi pembicaraan hangat.


Menurut Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, A sebelumnya mencurigai istrinya berselingkuh, yang kemudian memantau pergerakannya hingga ke indekos tersebut.


 "Si suami ini buntuti istrinya ke kos-kosan, kemudian didapati berdua di dalam kamar (dengan pria lain)," ungkap Ipda Herman Basir.


Tersulut emosi melihat istrinya bersama pria lain, A hendak melakukan pemukulan terhadap M. "Suaminya ingin memukuli laki-laki ini," jelas Ipda Herman Basir. 


Beruntung, pemilik kos yang secara cepat tanggap datang dan menghubungi aparat kepolisian, mencegah terjadinya tindakan kekerasan tersebut.


Personel Polresta Mamuju segera merespons laporan tersebut dengan mengamankan S dan M. Herman Basir menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.


 Meskipun belum ada laporan resmi dari suami S, pasangan tersebut diamankan untuk mencegah potensi konflik lebih lanjut.


Herman menegaskan bahwa saat ini belum ada proses penyelidikan yang dilakukan karena belum ada laporan resmi dari suami S. 


"Belum ada proses lidik, hanya diamankan saja untuk menghindari adanya perkelahian antara suami si perempuan dengan laki-laki itu," ucapnya. 


Meski begitu, Herman mengungkapkan bahwa S dan M mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak dua kali.


Kasus ini membuka ruang untuk analisis mendalam terkait hubungan asmara dan potensi konflik dalam sebuah pernikahan. 


Muncul pertanyaan mengenai kepercayaan antar pasangan, komunikasi yang efektif, dan bagaimana penanganan kasus serupa dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat.***